Uncategorized8 October, 2008 9:07 am

Selamat Hari raya Idul Fitri 1429 ya semua…. Mohon maaf lahir batin,

yang mudik sudah pada kembali kah? sharing cerita donks,

tahun ini seperti biasa aku mudik pas hari raya. Berangkat dari rumah tgl 1 syawal nya setelah subuh. Ikut shalat ied di rest area tol cikampek. Banyak juga yang shalat disana, paling gak mesjid kecil itu penuh. Abis itu lanjut ke tujuan pertama Pekalongan. Beda dengan laporan tv beberapa hari hingga malam sebelumnya, cikampek kosong, perjalanan lancar, jam 12 udah makan di rumah makan pringsewu pemalang jam 1 udah check in hotel di Pekalongan. Sore sampai malam kumpul di tempat nenek.

Besoknya setelah silaturahmi ke tempat saudara-saudara, tujuan selanjutnya adalah pasar batik setono. Kondisi pasar seperti biasa kalau musim libur penuh sampai ke sudut-sudut. Di tempat parkir pasar setono ada beberapa warung makan tauto (soto khas pekalongan). Yang enak itu yang di depannya ada pohon, hmmm susah juga sih mendeskripsikannya, karena dulu cuma dia yang jualan tauto, yang sebelahnya jualan bakso. Cuman karena ramai yang sebelahnya ikutan jualan tauto dan dia ikutan jualan bakso. (pusing mode on).

Puas makan tauto, perjalanan diteruskan ke dieng. Perjalanan Pekalongan - Dieng 3 jam an, melintasi bukit, hutan, gunung bahkan beberapa kali sempat berada di atas awan. Jam 5 kurang udah nyampe dieng. Karena di dieng cuma ada 1 hotel, langsunglah kita menuju kesana, dannn tinggal sisa 1 kamar, itu juga orangnya blm checkout, ya udah ditungguin sambil menghangatkan diri di resepsionis sambil makan bakso dan minum teh hangat. Posisi dieng yang berada di antara gunung-gunung menjadikan hawa dieng sangat dingin. Sebenarnya selain hotel itu, kalau untuk menginap, banyak rumah-rumah yang menjadi home stay. Dengan tarif kalo gak salah 20-50 rb. Kamarnya gak ada yang pake AC, tapi gak masalah karena yang dibutuhin disana itu adalah tungku perapian.

Keesokan paginya, sambil checkout, berkeliling di daerah Dieng. Melihat candi-candi, masuk ke musium Dieng yang berisi batu-batuan dan nonton film mengenai asal usul Dieng. Oh iya, sempat juga ke kawah sikidang. Karena masih suasana hari raya, Dieng hari itu ramai mai mai mai. Di setiap tempat wisata penuh dengan orang. Dan menurut surat kabar lokal di Yogya memang pada hari itu Dieng dipadati oleh pengunjung. Dieng juga adalah daerah pertanian. Dimana-mana terhampar kebun kembang kol, kentang dan jamur. Sehingga gak aneh kalau oleh-oleh khas dari Dieng adalah kripik jamur, jamur kalengan, dan kripik kentang. Yang suka tanaman hias juga bisa membawa beberapa tanaman hias yang cantik.

Menjelang siang, perjalanan diteruskan ke Yogya, berhenti shalat jumat di Wonosobo. Yang menyebalkan, karena itu musim liburan, semua restoran penuh, akhirnya baru dapat tempat makan di Rumah makan warung gunung. Makanannya standar malah cenderung biasa. Cuman emang udah lapar. Dari wonosobo ke magelang lancar. Namun masuk Magelang mulai deh merayap. Magelang Yogya yang biasanya di tempuh 1 - 1,5 jam, hari itu ditempuh sekitar 3 jam lebih. Lepas magrib baru masuk rumah di Prambanan Yogya.

Keesokannya bingung mau kemana ya di Yogya, karena semua tempat pasti penuh. Akhirnya diputusin untuk ke Mirota batik Kaliurang. Mencari sesuatu yang lucu untuk dibawa :) . Dan benar saja, Mirota batik penuhnya minta ampun, bahkan untuk bayar saja harus antri sampai sekitar 15 orang. setelah berjuang dan menghasilkan 1 kantong belanjaan, lanjut ke kaliurang untuk minum wedang ronde dan burger tempe (tempe bacem yang diapit dengan wajik).

Hari minggu, pagi-pagi udah jalan ke daerah wonosari. Tujuannya adalah pantai baron. Karena masih pagi, pantai masih sepi. Foto-foto, main air, ama makan indomie. Abis itu ke pojokan deket parkiran, disana ada kaya’ pasar yang menjual ikan basah. Mereka juga sekalian memasakkan. Beberapa warung juga menyediakan nasi putih, tumis kangkung dan macam-macam sambal untuk dimakan bersama hasil masakan dari ikan yang telah dipilih sebelumnya. Ada ikan bawal, ikan patin, ikan nila, cumi-cumi yang besar, udang pacet, udang lobster, hmmm banyak deh. Kalau malas nunggu dimasakin, yang udah matang juga ada. Masih hangat.

Dari pantai Baron, diterusin ke pantai krakal, pantai kukup, menyusur pantai sampai terakhir pantai siung. Setelah itu bosan ama pantai yang menjadi semakin ramai dan panas, perjalanan diteruskan ke waduk gajahmungkur. Waduknya ternyata terkena imbas kekeringan, sehingga airnya terlihat sangat surut dari ketinggian normal. dari sana langsung kembali ke yogya. Sambil menunggu orang tua yang bersilaturahmi ke teman lama mereka, jalan di Malioboro. Malioboro juga sama, ramai dan penuh dengan orang. Masuk ke Mirota batik nya, ternyata lebih parah dibandingkan dengan yang di kaliurang. Akhirnya cuma makan es krim di McD. Malam pulang ke rumah langsung packing untuk barang yang akan dibawa pulang besok pagi

Karena harus masuk kantor, maka aku dan adik pulang duluan lah hari senin pagi. Enaknya di Yogya, dari rumah ke bandara hanya 10 menit, gak kaya cengkareng yang harus berangkat 3 jam sebelumnya.

Maka berakhirlah liburan lebaran tahun ini. Selamat tinggal yogya, semoga kita bisa bertemu lagi segera :)

So what gitu loh! 9:07 am

Selamat Hari raya Idul Fitri 1429 ya semua…. Mohon maaf lahir batin,

yang mudik sudah pada kembali kah? sharing cerita donks,

tahun ini seperti biasa aku mudik pas hari raya. Berangkat dari rumah tgl 1 syawal nya setelah subuh. Ikut shalat ied di rest area tol cikampek. Banyak juga yang shalat disana, paling gak mesjid kecil itu penuh. Abis itu lanjut ke tujuan pertama Pekalongan. Beda dengan laporan tv beberapa hari hingga malam sebelumnya, cikampek kosong, perjalanan lancar, jam 12 udah makan di rumah makan pringsewu pemalang jam 1 udah check in hotel di Pekalongan. Sore sampai malam kumpul di tempat nenek.

Besoknya setelah silaturahmi ke tempat saudara-saudara, tujuan selanjutnya adalah pasar batik setono. Kondisi pasar seperti biasa kalau musim libur penuh sampai ke sudut-sudut. Di tempat parkir pasar setono ada beberapa warung makan tauto (soto khas pekalongan). Yang enak itu yang di depannya ada pohon, hmmm susah juga sih mendeskripsikannya, karena dulu cuma dia yang jualan tauto, yang sebelahnya jualan bakso. Cuman karena ramai yang sebelahnya ikutan jualan tauto dan dia ikutan jualan bakso. (pusing mode on).

Puas makan tauto, perjalanan diteruskan ke dieng. Perjalanan Pekalongan - Dieng 3 jam an, melintasi bukit, hutan, gunung bahkan beberapa kali sempat berada di atas awan. Jam 5 kurang udah nyampe dieng. Karena di dieng cuma ada 1 hotel, langsunglah kita menuju kesana, dannn tinggal sisa 1 kamar, itu juga orangnya blm checkout, ya udah ditungguin sambil menghangatkan diri di resepsionis sambil makan bakso dan minum teh hangat. Posisi dieng yang berada di antara gunung-gunung menjadikan hawa dieng sangat dingin. Sebenarnya selain hotel itu, kalau untuk menginap, banyak rumah-rumah yang menjadi home stay. Dengan tarif kalo gak salah 20-50 rb. Kamarnya gak ada yang pake AC, tapi gak masalah karena yang dibutuhin disana itu adalah tungku perapian.

Keesokan paginya, sambil checkout, berkeliling di daerah Dieng. Melihat candi-candi, masuk ke musium Dieng yang berisi batu-batuan dan nonton film mengenai asal usul Dieng. Oh iya, sempat juga ke kawah sikidang. Karena masih suasana hari raya, Dieng hari itu ramai mai mai mai. Di setiap tempat wisata penuh dengan orang. Dan menurut surat kabar lokal di Yogya memang pada hari itu Dieng dipadati oleh pengunjung. Dieng juga adalah daerah pertanian. Dimana-mana terhampar kebun kembang kol, kentang dan jamur. Sehingga gak aneh kalau oleh-oleh khas dari Dieng adalah kripik jamur, jamur kalengan, dan kripik kentang. Yang suka tanaman hias juga bisa membawa beberapa tanaman hias yang cantik.

Menjelang siang, perjalanan diteruskan ke Yogya, berhenti shalat jumat di Wonosobo. Yang menyebalkan, karena itu musim liburan, semua restoran penuh, akhirnya baru dapat tempat makan di Rumah makan warung gunung. Makanannya standar malah cenderung biasa. Cuman emang udah lapar. Dari wonosobo ke magelang lancar. Namun masuk Magelang mulai deh merayap. Magelang Yogya yang biasanya di tempuh 1 - 1,5 jam, hari itu ditempuh sekitar 3 jam lebih. Lepas magrib baru masuk rumah di Prambanan Yogya.

Keesokannya bingung mau kemana ya di Yogya, karena semua tempat pasti penuh. Akhirnya diputusin untuk ke Mirota batik Kaliurang. Mencari sesuatu yang lucu untuk dibawa :) . Dan benar saja, Mirota batik penuhnya minta ampun, bahkan untuk bayar saja harus antri sampai sekitar 15 orang. setelah berjuang dan menghasilkan 1 kantong belanjaan, lanjut ke kaliurang untuk minum wedang ronde dan burger tempe (tempe bacem yang diapit dengan wajik).

Hari minggu, pagi-pagi udah jalan ke daerah wonosari. Tujuannya adalah pantai baron. Karena masih pagi, pantai masih sepi. Foto-foto, main air, ama makan indomie. Abis itu ke pojokan deket parkiran, disana ada kaya’ pasar yang menjual ikan basah. Mereka juga sekalian memasakkan. Beberapa warung juga menyediakan nasi putih, tumis kangkung dan macam-macam sambal untuk dimakan bersama hasil masakan dari ikan yang telah dipilih sebelumnya. Ada ikan bawal, ikan patin, ikan nila, cumi-cumi yang besar, udang pacet, udang lobster, hmmm banyak deh. Kalau malas nunggu dimasakin, yang udah matang juga ada. Masih hangat.

Dari pantai Baron, diterusin ke pantai krakal, pantai kukup, menyusur pantai sampai terakhir pantai siung. Setelah itu bosan ama pantai yang menjadi semakin ramai dan panas, perjalanan diteruskan ke waduk gajahmungkur. Waduknya ternyata terkena imbas kekeringan, sehingga airnya terlihat sangat surut dari ketinggian normal. dari sana langsung kembali ke yogya. Sambil menunggu orang tua yang bersilaturahmi ke teman lama mereka, jalan di Malioboro. Malioboro juga sama, ramai dan penuh dengan orang. Masuk ke Mirota batik nya, ternyata lebih parah dibandingkan dengan yang di kaliurang. Akhirnya cuma makan es krim di McD. Malam pulang ke rumah langsung packing untuk barang yang akan dibawa pulang besok pagi

Karena harus masuk kantor, maka aku dan adik pulang duluan lah hari senin pagi. Enaknya di Yogya, dari rumah ke bandara hanya 10 menit, gak kaya cengkareng yang harus berangkat 3 jam sebelumnya.

Maka berakhirlah liburan lebaran tahun ini. Selamat tinggal yogya, semoga kita bisa bertemu lagi segera :)

So what gitu loh!5 September, 2008 4:11 am

boleh di coba nih kawan… minuman baru …. Pok Ati Sweat

So what gitu loh! 3:43 am

Gue cuman mau ngucapin Selamat Berpuasa ya .. bagi yang melaksanakannya…. Sekalian mau ngasih tau… Come Bact to GSM CLUB dah lama euyy… kagak chat bersama… kapan ya bisa chat bersama

So what gitu loh!21 August, 2008 6:15 am

kaget, pas lagi asik masukin data eh ada instant message masuk, isinya alamat blog ini, pas ditanya ke si pengirim, untuk sekedar mengingatkan.

Inget sih, cuman emang gak ada aktivitas jadi jarang mampir juga. Jadi sekarang iseng nulis untuk menyapa semua anggota,

hai all, aku henie, tinggal di bogor kerja di jakarta as a consultant. Nice to know you…

hehehe jadi kaya perkenalan di kelas Inggris.

Curhat26 July, 2006 5:53 am

Tiba-tiba kangen, pengen cerita ah. Jadi inget banget awal pertama kali berkenalan dengan temen-temen GSM. Sebelumnya teleponan ma Myra dulu, doi blg bakal ada kopdar, mo gak gue dateng? Demikian kurang lebih percakapan kita.

Gue: “Umm… pengen sih Myr
Myra: “Yuk dateng!”
Gue: “Tapi gue gak PD nih
Myra: “Kenapa? cuek aja
Gue: “Gue kan belom kasih tau kalo gue udah punya anak” –siap-siap tlp ditutup ma Myra–
Tapi ternyata jawabannya…
Myra: “Hah? ya sama dong! gue juga udah punya anak!”
Nah, lho! hahahhaa.. lega asli! gue pikir semua masih jomblo!
Gue: “Wah, bener nih? ya udah deh gue dateng!”

Akhirnya pulang dari kondangan gue bela-belain dateng pake baju yang terlalu rapih –minder bo, disangka mo kondangan kalee– Waktu itu ada kopdar di Dapur Sunda Gatsu. Trus dengan PD nya duduk aja sendirian, telepon-teleponan ma Muttiara.

Mobil dah masuk parkiran, Cut“, kata Mutti.
Waduh asli deg-deg-an, kek mo ketemu ma calon mertua aja rasanya! HUAHAHAA..

Gak berapa lama, dateng deh rombongan GSM. Gue yang sedari tadi nunggu nyamperin dong! Ternyata dideket situ juga ada beberapa anggota GSM yang dari jauh dah manggil-manggil. Tapi secara lagu yang disetel kenceng banget –gue nyanyi jg sih dlm hati, buat ngilangin grogi– gue gak denger Myra manggil-manggil gue. Keknya dia jg manggilnya pelan tuh, takut salah orang :p

Trus akhirnya kita semua kenalan, trus makan di Dapsun. Wah, pengalaman gak terlupakan tuh! Kenal ma bu RT, sekretaris RT, dan artis-artis GSM lainnya –sebutan artis GSM pertama kali muncul kapan ya?

Nih dia foto kopdar di Dapsun dulu.

Artis GSM

Setelah kopdar pertama, gue selalu pengen dateng lagi dan lagi ke kopdar kedua, ketiga dan selanjutnya. Dan akhirnya berkat GSM lah gue bisa menjejakkan kaki gue di kelapa gading! –tepok tangan– Tempat yang kepikiran juga nggak buat gue datengin. Hahaha.. Asli gue beneran kaget gue bisa main sampe sejauh itu, demi karokean di Happy Puppy tuh!

Abis itu gue mulai merambah daerah yang belom pernah gue datengin kek Arion Rawamangun. Huaduuhhh, asli gak ngebayang lho bisa pergi ke tempat sejauh itu. Sorry banget, selama ini gue mainnya paling jauh ya Depok! Itu juga karena mo gak mau, gue kuliah disana sih –kuper-dot-com

Tadinya gue sempet agak was-was juga, secara kalo ketemuan kopdar kalo gak makan-makan, ya karoke, or bowling. Wah, apakah kami ini kelompok hura-hura aja? Ternyata pertanyaan itu terjawab dengan diadainnya Baksos GSM. Wah, asli gue bangga banget bisa menjadi bagian dari orang-orang yang ternyata peduli banget ma sesama.

Waktu itu setau gue yang udah married baru gue dan Myra. Dan seiring dengan perjalanan waktu, satu persatu artis GSM lainnya mulai mengikatkan diri dalam pertalian suci, dan menikah –cieee.. bahasa gue, cing!

Sekarang semua udah sibuk dengan perjalanan hidup masing-masing, lengkap dengan bumbunya yang manis dan pahit. Kopdar jadi makin jarang, dan secara fasilitas chatting gratis di blokir pula di kantor gue, maka makin telat info deh gue ama perkembangan temen-temen GSM sekarang. Tapi gue selalu berdoa semoga temen-temen semua sukses terus.

Inget ya, kita semua adalah artis GSM, sampe tua!

So what gitu loh!21 July, 2005 4:48 am

Dear all,

Mohon ma’af karna pada akhirnya gw gak bisa ikutan acara BAKSOS kemarin, karna ada tugas kantor yg maha penting.. ( gaya deh!) karna ini pun tugas demi nenek² lho.. dan syukur alhamdulillah setelah baca laporan bapak moderator gecko bener² membuat diriku terharu.. beneran lho gw baca dan liat fotonya bisa berurai airmata, alangkah bahagianya nek mi’ah menyambut kedatangan kalian pun mungkin dengan berurai airmata, gak kebayang juga … semoga dan insya allah kegiatan BAKSOS kita ini tidak saja untuk nek mi’ah tapi juga kita bisa berbagi dg yg lain.. insya allah ya.. allah maha mendengar segala niat baik kita.. amiiinnn.. dan gw juga denger dari ibu sekertaris mei bahwa masih ada sisa saldo, jadi sementara simpan aja dulu mungkin satu saat kita buat BAKSOS 2 dengan tempat yg berbeda…

smoga GSM bukan hanya gank untuk foya².. dugem.. dsb.. tapi juga kita melebarkan sayap dg mengadakan BAKSOS.. ya sesekali dugem gak masyalah seehhh.. hehehe

Sementara segini dulu komentar gw yg mengharu-biru, smoga niat baik kita tetap terus dilanjutkan ke BAKSOS 1,2,3.. dst.. smoga Allah terus melimpahkan rejeki yg melimpah ruah untuk warga GSM.. Amiin Allahuma amiinnn…

salam kangen, Jeu

Info19 July, 2005 10:15 am

Liputan6.com Jakarta: Setiap orang pasti memiliki harapan untuk menikmati hari tua dengan bahagia bersama keluarga. Namun, hal itu sangat jauh dari kenyataan hidup yang dijalani Mi’ah, 100 tahun. Nyak Mi’ah–begitu nenek ini biasa disapa–hidup sebatang kara di rumahnya di Jalan Cipinang Bali II Nomor 38, Rukun Tetangga 008/Rukun Warga 13, Cipinang Muara, Jakarta Timur, yang hampir roboh dalam 20 tahun terakhir. Ia hanya ditemani beberapa ekor ayam peliharaannya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Nyak Mi`ah terpaksa membuat anyaman dari bambu. Setiap hari, dalam kondisi sehat, Nyak Miah hanya mampu mengerjakan sebuah anyaman yang dijual seharga Rp 2.000. Namun, Nyak Miah sering kali harus berdiam diri apabila anyamannya belum laku terjual. Bahkan, terkadang modal Rp 10 ribu untuk membeli bambu habis untuk makan.(AWD/Cindy Agustina dan Amar Sudjarwadi)


Sabtu, 16 Juli 2005

Program Baksos I Warga GSMclub, yang awalnya maju-mundur, akhirnya terealisasi. Baksos pertama ini, sesuai diskusi di milis, adalah memberikan bantuan sekedarnya untuk Nek Mi’ah, seorang nenek sebatang kara, yang usianya sekitar 100 tahun lebih. Nek Mi’ah dulunya memiliki kambing yang beliau angon sendiri di sekitar komplek perumahan Cipinang Indah. Namun akibat kelumpuhan yang dialami pada kedua kakinya, beliau tidak bisa lagi berjalan, kambing yang dia miliki kini telah dijual untuk menutupi biaya hidupnya. Dalam keadaan lumpuh inilah, Nek Mi’ah masih mencoba bertahan hidup dengan membuat anyaman bambu. Namun, takdir berkata lain, Nek Mi’ah selain menderita lumpuh, kini beliau juga menderita rabun, dimana kedua matanya tidak dapat lagi melihat.

Nek Mi’ah yang hidup sebatang kara, hanya bisa mengandalkan uluran tangan orang lain untuk tetap bertahan hidup diusianya yang renta dan sebatang kara. Pertimbangan itulah yang menggerakkan hati Warga GSMclub untuk memberikan uluran tangan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari Nek Mi’ah. Dana yang terkumpul dibelikan sembako dan kebutuhan lainnya seperti, kain sarung, mug, piring plastik, dll. Sembako tersebut kemudian dititipkan kepada Ibu Nita, tetangga sebelah rumah beliau yang kerap bahu-membahu bersama tetangga lain, untuk membantu Nek Mi’ah dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

BELANJA SEMBAKO DI TIP-TOP, TOKO SWALAYAN TERDEKAT. Lokasi toko ini dekat dengan lokasi rumah Nek Mi’ah di daerah Cipinang Bali, membuat kami memutuskan untuk membeli seluruh kebutuhan Baksos I di sini.

shopping1 (dari kanan ke kiri : henie warga gsmclub dari Bandung, rizqueen, ms.rizqueen, geek, memei, ms.geek)

shopping2 (Diskusi, apa lagi yang belum dibeli?)

shopping3 (Tak terasa, udah ada 2 troli sembako, cukup dulu deh!)

shopping4 (mei : “geeko, tolong pegangin buku gw sebentar … topi kuncung oranye gw jatoh!”)

TIBA DILOKASI. Rumah Nek Mi’ah berada di belakang kedua rumah ini. Untuk mencapainya kita harus melalui gang senggol, gang yang hanya muat satu orang.

datang1 (tambah komplit dengan kedatangan mpok myrha)

datang2 (Nek Mi’ah, tampak terharu biru)

datang3 (Beliau tetap semangat bercerita tentang sepenggal kisah hidupnya, namun sebagian besar kisah hidupnya telah hilang dimakan usia)

datang4

(Tampak samping rumah Nek Miah (setelah diperbaiki donatur lain))

rumah3

(Nek Mi’ah setiap hari berada di depan pintu rumahnya seperti ini, mengusir ayam-ayamnya yang hendak masuk)

rumah1

(Setelah diperbaiki donatur lain, ruang dalam rumah Nek Miah terlihat lebih layak dihuni)

rumah2 (Yang di dalam itu Nek Myrha, bukan Nek Miah)

sembako1 (Kuli angkat, siaaaaap!)

sembako2

(Kerja sampingan dihari Sabtu, lumayan ……… sekarung beras dan seember sabun colek :p)

miramiah

(Nek Mi’ah dan Nek Myrha)

sembako3

(Menyerahkan sembako ke Nek Mi’ah)

datang5 (”Semoga bingkisan seadanya ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya yah, Nek!”)

sembako4 (Rumah di sekitar tempat tinggal Nek Miah) Paling kiri daster hitam adalah ibu Nita, tetangga sebelah rumah Nek Miah, yang kerap mengurusi kebutuhan Nek Miah.

sembako5 (Silaturrahmi dan pembagian sembako juga dilakukan untuk rumah di sekitarnya)

gohome

(Sampai bertemu di Baksos selanjutnya….)

Terima Kasih bagi seluruh warga gsmclub yang telah memberikan dukungan moral maupun material, demi tercapainya program Baksos I ini.

“gsmclub, small planet, big friendship”

So what gitu loh!29 June, 2005 8:05 am

Gak disangka gue bisa juga pergi ke Bandung!! Pssstt.. buat temen yang belom tau, gue kan belom pernah menjelajah Bandung. Sekedar lewat aja sih pernah –itu juga cuma sekali sih– tapi lewatnya juga dah malem, menuju Lembang. Jadi emang beneran numpang lewat doang! Hahaha…!

So, hari Selasa kemaren pas denger temen-temen kantor ngerencanain mo ke Bandung, gue langsung daptar! –pake P– Pagi jam 7 cabut masuk tol Simatupang, menuju Cikampek, lanjut teruuusss naik tol yang baru itu loh. Apa ya namanya? Sorry gue lupa, tapi gue yakin ada yang bisa bantu cariin namanya :p Buat gue gak penting nama jalan tol nya, yang penting mah perjalanannya asik! Pemandangan sepanjang jalan tol baru itu bagus bangeeettt!! Hamparan sawah, pepohonan, bukit (eh ada bukit gak ya?) Anggep aja ada deh! pokoknya endah bangget! Cuma sayang gak ada setopan. Setopan kalo di Bandung ternyata artinya lampu merah, tapi disini gue terjemahin bebas deh. maksudnya tempat istirahat. Jadi saran aja nih, kalo mo ke toilet, mending sebelum masuk tol itu. Hehehe.. biar nyaman perjalanannya :p

Jam 9 pas bener lho nyampe Bandung! Keluar dari tol langsung menuju FO. Gileee.. ada Paris van Java, Rumah Mode, Blossom, Glamour, Victoria… arrrggghhh!!! Gue berkali-kali ngingetin diri sendiri: “Tenaaangg.. tarik napas… Jangan panik! jangan panik!!” Hahaha… Factory Outlet gt looohh. Yang dah jadi trademarknya Bandung sekarang. Untungnya terapi dadakan itu berhasil, yang gue liat paling baju anak. Hehehe emak yang baik neh! Trus gak ketinggalan beli oleh-olehnya bow! Mampir ke Amanda yang terkenal itu buat beli brownies kukus, tapi masa dah abis! Padahal baru juga jam 10 tuh! Bener-bener deh! Akhirnya ya sut ke Prima Rasa dan ke tempat lain yang biasa dikunjungi buat beli ol-ol. Eh ada yang tau gak Amanda itu singkatan dari apa? Temen gue bilang singakatan dari Anak Mantu Damai. Hahaha sumpe tuh kisah nyata!

Agenda utama kalo ke Bandung itu kan selain keliling FO adalah makan ya? Dan itulah yang kemaren kita lakukan! Pertama makan siang di Ma’ Uneh. Tempatnya sih aduuuhhh masuk gang kecil gitu. Dah ngebayangin tempat kumuh, kecil, sumpek. Eh ternyata tempatnya mayan asik! Menunya: Sunda Pisan! Model dapsun gt deh. Sedaaappp. Trus sorenya kita makan batagor di Kingsley. Uenaakk tenaann!! Trus penutupan kita ke The Valley. Aduh itu resto romantis abisss!! Lampunya remang-remang gitu, ditambah lagi disuguhi pemandangan kota Bandung dimalam hari. Whaaa… rekomen banget deh!

Jam 8 malem kita cabut dari Bandung menuju Jakarta. Perjalanan di jalan tol jg gak kalah indah. Kalo siang disuguhi pemandangan sawah, malemnya liat lampu-lampu dari rumah penduduk. Waduh pokoke TOB dah! Sayang foto gak bisa dipublikasikan disini buat menjaga kerahasiaan GUBRAK!!! Sampe rumah jam 11 malem bow! Rekor tuh pulang malem setelah punya pasukan cilik. Tapi asli! Asik bangeeettt!!! :) Nyok ke Banduuungggg…!!

Curhat1 June, 2005 2:23 am

Sabtu, 28 Mei 2005 akhirnya teman2 GSM kembali lagi bergabung. Yah ini juga atas keinginan juru potret abadi GSM, Dhimas yg udah pindah kerja & skrg udah bisa OL di YM terus menerus & selalu rajin menginpait teman2 untuk ber chat ria di room YM. Keputusanpun telah disetujui utk bisa ketemuan rame2 di Plasa Semanggi, di Cafe Walk. Satu per satu teman2 mulai datang, dimulai dari kedatangan Dedih yg selalu tepat waktu & udah pasti lgs memesan makanan & minuman, kemudian di susul oleh Jeu, Dhimas dan terakhir gw (heheh..maap ya soale gw kudu jaga stand job fair dulu :p ) Sdgkan Cut yg pd awal minggu udah teriak2 sanggupin dtg ternyata gak bisa dtg (entah knp..grrrr), QQ yg sdg cari rumah baru-nya, dan Gecko & istri yg katanya sdg menghadiri pernikahan..pdhl sih pas di telp bukan tmpt kawinan kayaknya, soalnya cuma kedengeran suara suling doang tuh!! mungkin Gecko sdg latihan suling buat side job kaleee??? & Cemut yang ga ada jg…well u know laahh…. Hingga jam 2 lewat banyak (yah gw ga inget sih) masih saja kumpul 4 orang tsb, kemudian perut teman2 sudah mulai teriak minta di isi (kecuali dedih mungkin) akhirnya kita memutuskan utk maem di foodcourt-nya. Baru aja keluar dari Cafe Walk, tiba2 HP Jeu berbunyi, ternyata Myra udah sampe di sana (pdhl kita baru aja out dia baru dateng :D ). Sampai bbrp kali telpon2an, akhirnya Myra pun menemukan kita yg sedang celingak celinguk nyari tempat yg enak buat maem + ngobrol2 santai, dan diputuskan kita maem di resto Jepun-jepunan (yg menurut gw ga beda jauh kali ama Hoka2 Bento). Setelah bbrp lama ngebuka2 menu & bingung mau mesen apaan (iya laaaahhh…namanya aja udah aneh plus gambar makanannya) kita pun memesan makanan yg sekiranya menarik & enak di maem. Ternyataaaaa gak beda jauh ama toge goreng!!! :) ) itu sih pendapat gw, jeu & dedih yg maem ramen pake sayur toge gitu deh…hiks..udah mahal2 beli. But ternyata dedih dengan baik hati mengeluarkan duitnya utk mentraktir kita2..I LOVE U too DEDIH! (maklum cewek matre emang kudu blg gitu kalo di traktirin hihihi…) Pada saat enak2 makan, ternyata Dhimas kegatelan tangannya & ga sabar utk segera memotret artis2 GSM yg cantik2 ini dan ngeluarin kameranya utk memotret kita (itu kamera kantor yah dhims?? hehe..) dan jadilah hasil sang artis yg sedang maem plangi yah walaupun si dedih sampe skrg pun gak mau di poto & sdg asik sms-an dgn “someone”nya itu. Menurut info yg di peroleh, dedih kudu & wajib sms dalam sehari sebanyak 100 sms/hari!!! Bayangin dooong itu jari lebih berotot daripada tempat yg lain??? Namun sungguh sayang, dgn terbiasanya dia sms, dia lupa utk men-charge baterenya, shg sang HP pun teriak2 minta di isi tenaga jg, alias cenat cenut bunyinya :) . Untung gw dgn berbaik hati meminjamkan batere-nya walaupun juga udah mulai sekarat sih hihi..tp demi menyenangkan hati sang Mr. Dona gw bahkan menyanggupi agar batere gw dpt menginap asal ada uang sewanya sih…tapi ternyata baru bbrp menit dipakai scr aktif, batere gw pun jg mulai cenat cenut (maap yah ded) Gak lama stlh maem & foto2, Myra & partner pamit pulang krn body-nya lg gak delicious katanya alias mo flu spt-nya sih. Dan buebey Myra, ati2 di jalan & thanks atas partisipasinya yah! Kitapun mulai berkeliling plangi (maklum msh blank ama tempatnya) sambil menghubungi dyvka saying yg katanya mau ikutan ngumpul. Sambil nunggu saying, kita mulai berkeliling melihat film2 yg sdg di putar yg kemudian Dedih mengusulkan utk nonton pelem & scr cepat pun di tolak ama teman2 hihih.maap lage ded :p Akhirnya Dyvka saying pun tiba & kita pun mulai berkeliling kembali di lantai bawah utk mencari sepatu (maklum lg ada diskon soalnya). Gak lupa sambil milih sepatu sang juru potret mulai kembali aksinya utk memotret para wanitajeudyvkayah kecuali gw, krn gw sudah gak ada pd saat pemotretan tsb. Maap beribu maap nih ceritanya sampe di sini, hihih krn gw gak tau kelanjutnya krn gw kadung ada janji utk meeting di beskem melati utk membahas kegiatan outing tgl 26 Juni ini. So mau tau kelanjutannya?? mari kita tunggu cerita dari Jeu sang ibu RT or Dhimas sang juru potret & EO Plangi kemarin hihih…BERSAMBUNG…… PS Next time pd dateng dong yg lain yaahhh…biar tambah rame & seru!